Terpopuler

[getBreaking results="5" label="recent"]

Cara Mengatasi Buang Air Berdarah

Pada kesempatan ini, Blackexpo.or.id akan mengulas tentang , dengan judul artikel Cara Mengatasi Buang Air Berdarah.

Artikel Terkait Gangguan Penyakit
Jangan lupa membaca artikel sebelumnya di > Portal Informasi Indonesia.

Cara Mengatasi Buang Air Berdarah (BAB) - Mohon maaf apabila postingan kali ini sedikit membuat Anda riskan, akan tetapi info yang akan admin bagikan hari ini ialah teramat sangat penting apa lagi yang tengah mengalami BAB (Buang Air Berdarah).

Cara Mengatasi Buang Air Berdarah
cara mengatasi buang air berdarah
 
Buang air besar berdarah adalah gejala penyakit yang cukup umum, banyak dari kita mengalami gejala ini karena alasan tertentu. Seringkali ini juga terjadi pada bayi dan anak-anak, yang disebabkan karena kulit anus luka (anal fissure) saat buang air besar karena sembelit.

Gejala Sembelit

Sembelit atau konstipasi ini adalah kelainan pencernaan, dimana terjadi pengerasan tinja sehingga buang air besar menjadi sulit dan menyakitkan. Dengan kata lain sembelit merupakan kebalikan dari diare. Kebanyakan orang biasanya menderita sembelit kadang-kadang saja, serta sembuh dalam waktu yang singkat.
Penyebab sembelit berbeda-beda dan ada beberapa cara untuk mengatasi sembelit. Cara terbaik untuk mengatasi sembelit adalah dengan mengatasi penyebab sembelit tersebut.
Dibawah ini adalah daftar tanda-tanda umum yang dapat muncul ketika anda mengalami konstipasi:
1.    Jarang buang air besar, atau kurang dari sekali sehari
2.    Sulit buang air besar
3.    Kram otot perut
4.    Perut terasa berat   
5.    Sering buang gas atau kentut
6.    Lidah berlendir
7.    Sakit kepala
8.    Kehilangan nafsu makan
9.    Sakit pada paha atau betis
10.    Hipertensi atau tekanan darah tinggi
11.    Mual
12.    Vertigo
13.    Jantung berbebar-debar atau palpitasi
14.    Kantuk
Nah, itulah beberapa gejala dari sembelit yang sanagt penting sekali Anda ketahui. Selain itu, sembelit ini terjadi dikarenakan oleh beberapa penyebab. Apa saja penyebab sembelit tersebut?

Penyebab Sembelit

Penyebab-penyebab utama sembelit antara lain sebagai berikut:
1.    Pola makan yang buruk, kurangnya makanan berserat, serta terlalu banyak makan makanan yang sulit dicerna
2.    Kebiasaan buruk seperti minum minuman keras atau alkohol, merokok, dan kebiasaan tidur tidak teratur
3.    Buang air besar tidak teratur
4.    Kebiasaan menggunakan obat pencahar
5.    Gangguan hormone
6.    Terlalu banyak menggunakan obat penghilang rasa sakit
7.    Penggunaan antidepresan
Itulah penyebab utama dari terjadinya sembelit. Namun, sembelit ini dapat segera sembuhkan dengan cara alami berikut ini.

Cara Mengatasi Sembelit Secara Alami

Cara terbaik dan sederhana untuk menyembuhkan segala jenis penyakit adalah dengan cara yang alami. Berikut ini beberapa cara alami untuk mengatasi sembelit:
1.    Minum banyak air dan jus segar.
2.    Makan banyak buah-buahan seperti pisang, jambu, dll.
3.    Makan banyak oatmeal.
4.    Olahraga teratur.   
5.    Daun wungu, kejibeling, ketepeng cina, lidah buaya, mengkudu, dan temulawak juga dipercaya dapat membantu mengatasi sembelit.
6.    Colon hidroterapi atau enema.
Selain hal tersebut diatas, jika sembelit ini terjadi pada ibu hamil! Atasa segera dengan cara mudah seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Cara Mengatasi Sembelit Saat Hamil

Sembelit umum terjadi saat hamil atau setelah kehamilan. Ini dapat membuat wanita hamil menjadi sangat tidak nyaman. Cara terbaik untuk mengatasi sembelit saat hamil adalah dengan minum banyak air dan jus. Pola makan yang baik juga perlu diikuti, kandungan serat dalam buah-buahan dan sayur dapat membantu mengatasi sembelit. Jika sembelit tidak hilang juga, ada baiknya dikonsultasikan dengan dokter agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Selain sembelit terjadi pada ibu hamil, sembelit ini juga sering terjadi pada anak-anak. Anda jangan bingung, jika itu terjadi atasi segera dengan cara mudah berikut ini.

Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi dan Anak-Anak

Anak-anak yang menderita sembelit tidak boleh diobati dengan obat sembarangan, jika perlu konsultasikan dengan seorang dokter anak.
Pengobatan sembelit untuk bayi yang berusia kurang dari 2 bulan hanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis anak. Anak berusia 2-4 bulan dapat diberikan jus buah-buahan seperti apel, pir, cherry, plum, atau anggur. Anak berusia 4 bulan sampai 1 tahun, dapat diberikan makanan bayi berserat tinggi seperti kacang-kacangan, plum, persik, pir, aprikot, dan bayam. Anak berusia diatas 1 tahun dapat diberikan lebih banyak buah-buahan dan sayur.
Anak harus cukup minum air serta diberikan jus buah-buahan. Untuk anak yang menderita sembelit, ada baiknya menghindari makanan seperti nasi putih, pisang, wortel, tepung putih, dan produk-produk susu. Jika tidak membaik, konsultasikan dengan dokter spesialis anak.

Menggunakan Obat Pencahar untuk Mengatasi Sembelit

Obat pencahar dapat digunakan untuk mengobati sembelit dengan memudahkan buang air besar. Obat pencahar dapat mengobati sembelit dengan sangat cepat.
Tapi penggunaan obat pencahar berlebihan diketahui dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh termasuk saraf, otot, dan jaringan usus. Bukannya menyembuhkan, obat pencahar dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit hingga menyebabkan dehidrasi. Penggunaan obat pencahar yang tidak benar juga dapat menyebabkan ketergantungan terhadap obat pencahar tersebut untuk buang air besar.

Penyebab Buang Air Berdarah (BAB) yang Harus Anda Hindari

Berdasarkan warna tinja/feses (merah terang atau kehitaman), diagnosis cepat dapat dilakukan untuk menentukan apakah pendarahan berasal dari saluran percernaan bagian atas atau bagian bawah.
Dalam kasus pendarahan berasal dari saluran pencernaan bagian atas, darah melewati usus penyerapan (ileum) dan usus besar, di mana oksidasi hemoglobin berlangsung, yang menyebabkan tinja menjadi berwarna kehitaman. Tinja berdarah warna gelap itu disebut melena.
Sebaliknya, hematochezia mengacu pada tinja yang berwarna merah terang. Ini menandakan pendarahan terdapat di saluran pencernaan bagian bawah, suatu tempat di usus besar atau rektum.
Buang air besar berdarah bisa jadi pengalaman yang menyeramkan saat melihat tinja anda berdarah. Tentunya jangan sampai keliru menyamakan buang air besar berdarah dengan pigmen makanan yang mungkin ada dalam tinja setelah makan makanan seperti bit merah, akar manis (licorice), dan coklat. Selain itu, suplemen zat besi dan obat-obatan lain juga dapat menyebabkan tinja berwarna merah.
Selain penyebab-penyebab diatas terdapat juga berbagai penyebab lainnya yang mungkin menyebabkan kondisi seperti ini, berikut dibawah ini 6 penyebab buang air besar berdarah :
1.    Pendarahan Rektal
Pendarahan rektal adalah alasan yang paling umum. Pendarahan dapat terjadi baik pada bagian sigmoid atau rektum dari usus besar. Beberapa penyebab pendarahan rektal adalah lewatnya tinja yang sangat keras, sembelit, dan wasir. 

2.    Penyakit Maag
Maag kronis dapat menyebabkan pendarahan baik di lambung maupun usus dua belas jari (duodenum), yang kemudian dapat menyebabkan buang air besar jadi berdarah. Jika ini adalah penyebabnya, maka warna darah di tinja akan berupa merah gelap atau merah kehitaman. Tinja berdarah juga salah satu tanda dari gastritis atau peradangan di lapisan lambung.

3.    Divertikulitis
Kantung-kantung dan titik-titik lemah terbentuk di usus kecil atau usus besar. Peningkatan tekanan dalam usus dapat menyebabkan pendarahan divertikular, sehingga tinja berdarah. Pengobatan jika disebabkan divertikulitis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang kaya serat dan obat-obatan.

4.    Penyakit Inflamasi Usus (Inflammatory Bowel Disease)
Penyakit peradangan di usus seperti penyakit crohn (Chron's disease) dan kolitis ulseratif juga dapat menyebabkan gejala tinja berdarah. Gejala lain dari kolitis ulseratif adalah nyeri perut, kram, dan demam. Aliran darah terbatas (iskemia) di usus besar juga dapat menyebabkan tinja berdarah.

5.    Cedera Internal
Cedera internal atau kerusakan pembuluh darah di mana saja di saluran pencernaan dapat menyebabkan tinja berdarah. Luka diikuti dengan pendarahan dapat terjadi pada kerongkongan, lambung, dan usus. Diagnosa yang tepat penting untuk mengidentifikasi lokasi cedera dan/atau pendarahan.

6.    Kanker Usus
Pada beberapa pasien, kanker usus besar diidentifikasi sebagai alasan utama. Jika dokter mencurigai masalah terkait dengan kanker, maka ia mungkin melakukan tes carcinoembryonic antigen untuk mengeliminasi kemungkinan tinja berdarah disebabkan oleh penyebab lain selain kanker usus besar. Individu yang berumur diatas 40 tahun dipercaya memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar.
Selain itu, gangguan fungsi pembuluh darah (seperti ambeien atau wasir) juga dapat menyebabkan tinja berdarah. Meskipun beberapa penyebab darah pada tinja sepertinya ringan dan dapat diobati, beberapa penyebab lain mungkin dapat mengancam nyawa jika dibiarkan begitu saja tanpa ditangani untuk jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, jika anda mengalami masalah buang air besar berdarah ada baiknya didiagnosis oleh seorang dokter spesialis.


!!!
Itulah beberapa info dari cara mengatasi buang air berdarah (BAB) yang bisa dengan mudah Anda lakukan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda semua. Amin.
Kalau begitu sekian dulu nie postingan dari "Berita Sehat Lengkap" jangan lupa klik suka dan bagikan ya.
Terimakasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat, sampai jumpa dipostingan artikel berikutnya ya.

!!
Jangan lewatkan artikel terkait dan sebelumnya, yaitu sebagai berikut:
•    Cara Mengatasi Flu atau Pilek Secara Alami
•    Cara Cepat dan Alami Mengatasi Flu dan Pilek Terbaru
•    Cara Memutihkan Gigi Secara Alami
•    Cara Memutihkan Gigi Secara Alami dan Cepat
•    Cara Ampuh Untuk Mengobati Sakit Perut Secara Tradisional

Sekian dan Terimakasih



Selain sebagai media informasi islami, kami juga berbagi seputar bisnis di indonesia, anda bisa membacanya pada artikel terkait dibawah ini :


Penelusuran terkait Gangguan Penyakit

Berlangganan artikel
Daftarkan e-mail Anda dibawah ini
Selanjutnya cek e-mail untuk verifikasi.
Kategori Terpopuler

0/Posting Komentar/Komentar